Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, 10 November 2014

Puisi Tahun Baru 2015 M | Menyambut Tahun Baru 2015

Berikut Puisi tahun baru 2015 semoga bermanfaat - Kumpulan Puisi Lengkap




Makna Tahun Baru


Kini usia telah tinggi
Kini usia sudah sepenggalah
Kini rambut sudah memutih
Kini tinggal menunggu jemputan dari Ilahi

Sebelum daku pergi
Sebelum daku peninggalkan dirimu
Sebelum daku kau tinggalkan
Pada saat ini akan ku ucapkan
Buat mu
Selamat tahun baru 2015

Semoga engkau semakin cantik
Semoga engkau semakin sehat
Semoga engkau semakin tegar
Menghadapi semua cobaan dari Ilahi

Aku bukan siapa-siapa di dunia ini
Aku hanya seorang musafir dinegeri sendiri
Semoga dunia ini semakin asri
Semoga dunia ini semakin bersahabat denganmu

Namun jangan kau rosakkan semua yang telah ada
Jangan kau hancurkan apa yang telah dibangun
Jangan kau kotori tanganmu dengan dosa
Jika semua itu kau lakukan
Maka tunggulah saatnya kehancuran

Tahun baru bukan untuk pesta pora
Tahun baru bukan hanya untuk suka ria
Tahun baru bukan hanya untuk hura-hura
Tahun baru bukan hanya untuk nista-nista

Tahun baru
Semua baru
Baju baru
Hati baru
Bersih tanpa dosa dan nista
Perbaiki diri di tahun baru ini

Selamat tahun baru...




Itulah "Puisi Tahun Baru 2015" semoga puisi diatas bisa bermanfaat..

Saturday, 1 November 2014

CITRAAN DALAM PUISI

CITRAAN DALAM PUISI

Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata, frase, atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair. Dengan demikian, unsure citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh. - Kumpulan Puisi Lengkap

Jenis Citraan dibagi menjadi 7, yakni:

1.  Citraan penglihatan, yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata). Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat.
2.  Citraan pendengaran, yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut.
3.  Citraan perabaan, yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit), misalnya kasar, lembut, halus, basah, panas, dingin, dll.
4.  Citraan penciuman, yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung). Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum, busuk, anyir, dll.
5.  Citraan pencecapan, yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah). Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit, asam, manis, kecut, dll.
6.  Citraan gerak, yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak, tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak.
7.  Citraan perasaan, yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan.  

Latihan soal

Tentukanlah jenis citraan pada frase atau kalimat yang dicetak tebal dari puisi berikut!

                           Dialog Senja
                                                   Ahmadun Y. Herfanda

Tuhan menegurku …                                                              à 
Ketika daun-daun gugur di depan pintu                                  à 
Bunga pun layu runtuh di tamanmu                                        à 
Dan kau termangu
sambil meremas jemariku yang gemetar                                à 
dalam rasa paling beku                                                          à 

Dapatkah kini kau tertawa seperti biasa
Sambil kau kibarkan rambutmu di udara                               à 
bagai lambang kemenangan cinta?

Syukurilah anugerah dalam tiap helaan nafas kita,
hari-hari yang berlalu penuh makna
setelah hidup dan menghidupi alam semesta, katamu
sambil menyibak tirai jendela                                                 à 
hingga hari makin cepat senja.                                                à 

Tuhan pun menegurku …
Ketika lembar-lembar usia berjatuhan di buku harianmu     à 
Tenanglah tanganku yang dingin dan renta                         à 
akan meraihmu di balik cahaya.

Tentukan jenis citraan pada kata, frase, atau kalimat berikut!

1.  jika bayang telah pudar                              à _________________________________
2.  … angin bertiup ke benua                          à _________________________________
3.  … jam dinding yang berdetak …               à _________________________________
4.  Ketika bara hati                                          à _________________________________
5.  … barisan tak bergenderang …                 à _________________________________
6.  buah asam gugur di jalan …                      à _________________________________
7.  … matahari yang menyilaukan                  à _________________________________
8.  …antara harap dan cemas                        à _________________________________
9.  … terowongan gelap dan panjang             à _________________________________
10.tembang menggema di dua kaki               à _________________________________

Saturday, 25 October 2014

Kumpulan Puisi Persahabatan Indah

 Berikut Puisi Tentang Persahabatan. - Kumpulan Contoh Puisi Lengkap
NAMA UNTUK KITA
Sepatah kata dari mulutmu
Kata yg selalu kau lontarkan
Membekan indah ku pikirkan
Banyaknya kalimat
Kalimat yg terucap
Membendung kasih sayang yg erat
Sebutan indah untukmu dan untukku
Dari rancangan kata susunan kita
Yang menjadi sebuah rangkaian kalimat
Memberi nama untuk kita
Nama yg tak asing lagi
Nama yg sudah dikenal
Tak asing untuk didengar telinga
Tak asing untuk dilihat mata
Namun sulit untuk kita mencarinya
Hanyalah nama kecil yang mempunyai arti besar
Bisa mengubah duka menjadi suka
Mengubah segalanya
Kesepian ku tak lagi datang
Perjalanan hidupku telah berwarna
Kegelapan yg abadi
Seketika lenyap oleh kehadiranmu
Tersimpan kisah indah
Kisah yg memuat tentang kenangan
Kutulis nama untuk kita
Nama yg sangat biasa
Namun segalanya
Kusebut kamu
Kuberi nama .
Nama untuk kita “SAHABAT”

Puisi Persahabatan Kahlil Gibran
Dan jika berkata,
berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata,
dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;
Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya,
mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Puisi Sahabat karya distryadeanis 
Teruntuk Sahabat
Layaknya lilin di tengah gulita
menyiramkan cahaya dalam kegelapan
Seperti mentari di pagi buta
menghantarkan sinar kehangatan, mengusir kebekuan
Bagaikan bintang yang mewarnai malam
yang tak membiarkan rembulan mengangkasa tanpa teman
membawa keceriaan dan kesetiaan
Bersamamu…
Melalui hari-hari yang penuh liku
Bergenggaman erat menepis gundah dan nestapa
Berbagi kisah…
Tentang cita-cita namun bukanlah angan belaka
Tentang cinta yang membuncah namun tertahan di dalam jiwa
Tentang harapan yang hendak digapai di masa datang
Tentang kegagalan yang hampir meremukkan keyakinan
Sahabat…
Kita bersama dalam suka maupun duka
Saling mengingatkan di tengah canda
Aku berharap dan berdoa…
Kita kan terus melangkah bersama
Menggapai ridho dan cintaNya
Meski jarak membentang di antara kita
Tak kubiarkan meluluhkan benang kasih yang telah tercipta
Sahabat…
Terima kasih untuk segalanya
Dan biarkanlah kisah kita terus terangkai
Kini, esok, hingga masa depan

Aku bangga dapati Dirimu seadanya
Kupikir, pantaslah dirimu kutemani
Aku bahagia, Sungguh ingin terurai Kata
KAULAH SAHABATKU.....
Bila hari-harimu tertimpa Bahaya,
Kudoakan Kasih Bagimu
Bila hari-harimu dilanda duka,
Kudoakan Harapan Bagimu
Bila HAri-harimu Barlarut ceria,
Kudoakan Damai bagimu
Selama matahari masih terbit dan terbenam,
Selama panas dan hujan masih silih Berganti,
Selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya,
AKULAH SAHABATMU....
Biarpun kita tak mungkin Bersama
Sendiri `kan Kurangkai KArsa
Sendiri `kan Kususun Cerita
Berjalan terus menggapai cita
Dalam SAtu ASA DAN DOA,.....
BAHAGIA MENYERTAIMU SELAMANYA..... 

Puisi Persahabatan yang indah karya Yovan wisnu

PUISI-PUISI DOA UNTUK SAHABAT
Tuhan terimakasih....Kau hadirkan dia jadi sahabatku...
Sehingga tampak jelas arahku kemana aku menuju...
Tuhan terimakasih....Kau hadirkan dia jadi terangku...
Sehingga tampak jelas jalanku kemana aku ayunkan langkahku...
Berikanlah dia sinar cahayaMu tambahkan cantiknya
Berikanlah dia suaraMu tambahkan akal dan bijaknya
Berikanlah dia kekayaanMu tambahkan rezekinya
Berikanlah dia jalanMu bukakan jodohnya
Berikanlah dia nafasMu panjangkan umurnya
Dia yang semalam tersenyum dalam mimpiku

AKU MAU JADI SAHABAT KAMU
Lontar kata menerawang tiada gema....
Centang prenangkan kelembutan hati..
Kelam mendungpun merintikkan pedih...
Adakah sahabat tuk berbagi....
Kulihat sinar dibayangmu hari ini...
Harapkan semua indah diwarna pelangi...
Hadirmu kan membunuh hati beku yang sepi...
Bagiku kaulah mentari pagi....


SAHABATKU
Bagiku engkau adalah jiwaku
Senyummu adalah semangatku
Kata kata mu adalah penguat belulangku
Simpatimu adalah nafasku...
Pagiku cerah dengan tawamu
Siangku indah tak pernah kelabu
Malamku hangat dengan candamu
Mimpiku indah karenamu
Apakah engkau seorang malaikat?
Bertubuh manusia sejuta harkat
Karenamu aku bermatabat
Sungguh sejati engkau sahabat

Kumpulan Puisi Cinta Romantis

 Berikut Kumpulan Puisi tentang Cinta. - Kumpulan Contoh Puisi Lengkap
TENTANG HATIKU
Oleh Febi "bee"

Aku,
Pernah merasa terluka karena mu
Kamu,
Pernah menoreh pedih dihatiku
Kita,
Pernah juga terbakar api amarah yang sama
Acapkali aku berucap ingin mengabaikanmu

Membencimu,
Dan menghapus semua tentangmu
Tapi yang kusadari kini
Kamu tak pernah beranjak pergi

Separah apapun luka yang kamu beri
Ada bagian dalam kalbuku yang selalu mengingatmu,mengenangmu
dan merindu.....
Berharap suatu waktu untuk menatapmu lagi dan lagi

Kamu....
Yang tlah pergi dan takkan kembali
Kan kubiarkan satu sisi kalbuku menghuni tentangmu
Hari ini , esok , tanpa batasan waktu
Selamanya.... seperti janjimu dulu....



ANTARA ENGKAU AKU DAN CINTA
Oleh Febi "bee"

Seandainya aku jauh darimu
Akankah kau merindukan aku??
Jika saja aku tak sedang bersamamu...
Terfikirkah olehmu untuk lari meninggalkan aku....
Saat kita terjalin dalam asa yang sama

Pernahkah jenuh menggelitiki hatimu....
Aku tak tau dan tak ingin tau,
Bisa saja kau pernah ragu padaku
Mungkin juga bimbang pernah merajai kalbumu
Karna hati adalah medan luas yang tak bisa dipahami
Yang tak mungkin bisa untuk dimengerti

Dan ketika kehampaan itu datang menghampirimu
Mengusik musim semi dihatimu
Menghempas awan hitam di fikiranmu

Percayalah......
Selamanya....adalah mimpi yang harus tetap terjaga
Antara aku engkau dan cinta......
CARAKU MENCINTAIMU
Oleh Edi_Sientong

Dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,

Namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,...
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,

Ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..

Dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..

Aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,

oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..

Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang wanita yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi istri ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.

Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada istri ku kelak..

Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..


SEPERTI BINTANG
Oleh Reynaldi Akbar

Layaknya bintang dan bulan yang menerangi malam
Seperti itulah engkau oh pujaanku
Tak ada hentinya ku menyanjungmu dengan kata-kata
Sungguh kaulah yang kudamba

Takkan pernah habis kata-kata untukmu
Semua yang aku katakan itu tulus dari hati
Bukan hanya sekedar gombalan belaka
Ataupun hanya rayuan semata

Kau itu seperti bintang
Bahkan lebih dari bintang
Karena sinar wajahmu yang begitu terang
Membuatku semakin menggilaimu

Walau terbuang percuma waktu demi kamu
Aku rela melakukan itu
Agar kau bisa menjadi milikku
Di sepanjang hidupku
BUNGA
Oleh Nadine Nur Athifah.

Bunga... Kau warna-warni
Bagaikan sayap kupu-kupu yang indah

Bunga...
Kau harum sekali
Ingin aku memetikmu
Akan Tetapi... aku tidak boleh memetikmu

Bunga...
Janganlah kau layu atau mati
Kalau kau layu atau mati aku akan menangis tersedu-sedu


Wajah Kekasih


Kali pertama aku mengenalimu
Seakan kita pernah bertemu
Masihkah ingat lagi masa lalu
Semasa kau dan aku masih kecil dulu


Adakah ini suatu takdir yang telah diturunkan
Tuhan telah menemukan kita kembali
Untuk kita bersatu hidup bersama
Aku akan berjanji padamu


Lihatlah mataku, pandanglah wajahku
Senyumlah kau untukku sayang
Agar aku dapat melihatmu
Dengan tulus hati ini
Kini aku tlah jatuh cinta padamu


Cinta Yang Suci


Cintaku indah sekali
Bukan seperti pelangi
Sebentar lalu pergi
Tapi untukmu sejati


Cintaku luas sekali
Bukan seperti langit dan bumi
Atau hamparan laut dan pantai
Tapi untukmu tak bertepi


Cintaku harum sekali
Bukan seperti parfum mewangi
Aromanya tak alami
Tapi untukmu abadi


Cintaku benar-benar suci
Tulus dari dalam hati
Tak mudah ternodai
Oleh debu iri dan dengki


Bidadariku


Keman kau, hari ini bidadariku
Setiap detik hati ini mencerna namamu
Memanggil-manggil namamu


Kemana kau kali ini bidadariku
Tatapanku kosong melihat fotomu
Seolah mendamba yang tak kunjung usai


Cepatlah datang wahai bidadariku
Biar bisa kunikmati wajahmu
Biar bisa kunikmati candamu
Biar bisa kunikmati senyumanmu
Dan biarkan kunikmati rasa cinta ini kepadamu

Kumpulan Puisi Perpisahan Sedih


Berikut Kumpulan Puisi Perpisahan. - Kumpulan Contoh Puisi Lengkap

Puisi Perpisahan

Guru…….
Saat kau terima kami dengan tulus
Saat pertama langkah kaki ini
Kami tak mengerti…….bahkan kami tak tahu
arah yang kami cari………
Tapi satu cita cita kami
Hanya ingin……..menjadi manusia yang berguna
Kini…… setelah hari ini….
Ketika hari berganti menjadi pasti…….
Kami akan pergi…… untuk mengejar cita cita kami
Menggapai harapan kami
Melanjutkan langkah kaki ini
Untuk meraih segudang prestasi
Guru…….
Bekal yang kau tanami kepada kami
Akan kami gali untuk masa depan kami
Akan kami ingat ketulusan
Jasa jasamu yang selalu sabar membimbing kami
Tak kan pernah bisa terganti………
Terima kasih atas semua jasa jasamu
Dan untuk segala pengorbananmu
Wahai guruku…
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
” DETIK PERPISAHAN “
Disini kita bertemu….
Disini pula kita kan berpisah
Semua kenangan seakan berlalu….
Segala yang kami lalui begitu cepat
Begitu berharga
Detik detik yang berganti hari ini…..
Seakan mempercepat pertemuan kita
Ada harapan disetiap hati kami
Ada keinginan yang begitu besar
Cita cita yang akan merenda masa nanti
Untuk mencari langkah langkah yang pasti
Menggapai cita dan martabat yang tinggi
Selamat tinggal……
Selamat tinggal guru guru dan adik adikku tercinta
Do’akan kami agar meraih cita cita yang nyata
Kini kami kan menggapainya
Terimalah salam dari kami……
Untukmu guru dan adik adikku…
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
” KENANGAN PERPISAHAN “
Kami tahu………..ini sangat pedih,dan Kami tahu …………ini sangatlah berat
Namun…………..kami tahu ,Ketika ada pertemuan,pasti ‘kan sampai pada….. perpisahan
Kakak…………..
Masih ingatkah ………? semua yang pernah kalian alami?
Di sini……..di sekolah ini,Madrasah yang membina kita
Yang mewujudkan cita dan asa kita…..
Bercanda………….dekat tangga sekolah
Belajar……………..dibawah jendela kelas
Berlari……………..ketika melewati ruang guru
Bersembunyi…….ketika guru BP melewati kelasmu
Bersorak………….. ketika bel pulang,lalu bersama pulang sekolah
Oh………………….semua itu terasa indah kini………..
Kakak………..
Masih ingatkah….. ?semua perilaku yang disuguhkan untuk gurumu?
Ketika dengan tulus guru membimbing…..tetapi,kalian terlena dengan canda
Ketika dengan ikhlas guru mengasuh…..tetapi,kalian berperilaku tak santun
Ketika dengan lembut guru menegur ……tetapi,kalian jawab dengan ledekan
Ketika dengan sabar guru menasehati…..tetapi,kalian………tetap tak hiraukan!
Oh……………….semua terasa sesal di dada kini……..
Tahukah Engkau wahai kakak kelasku…..
Ketika mereka sulit memejamkan mata
Hanya ‘tuk mengharap kelulusan kakak…..
Ketika mereka terjaga ditengah malam
Hanya ‘tuk berdo’a…. demi keberhasilan kakak….
Kalimat yang dirangkai,do’a yang dipanjatkan
Semua demi kebaikanmu
Semua demi keberhasilanmu
Semua untuk menghantarkan kakak……
Agar meraih cita dan martabat yang tinggi
Agar kelak menjadi orang yang berguna
Demi nusa bangsa dan agama
Tapi kini……perpisahan yang terjadi
Apa yang akan engkau sampaikan
Apa yang akan engkau berikan
Apa yang sudah engkau persembahkan
Sudahkah maaf, hadir dan lahir dari hatimu
Atas segala dosa dan kesalahan pada gurumu?
Belum sempat engkau maknai kata kata mereka
Belum sempat engkau pahami nasehat mereka
Bahkan belum cukup waktu ‘tuk membalas jasa mereka
Kini……. kita harus berpisah……..
Pertemuan kita disuatu hari,kini telah memberikan kenangan
Yang tak mungkin dapat dilupakan
Saat saat indah…..
Saat saat sulit…..
Saat saat menegangkan….berlalu sudah
Langkah langkah pasti kakimu…
Membuat kami semakin rela melepaskan
Teruskanlah menuntut ilmu
Gapailah cita cita yang tinggi
Agar kami dapat ikuti jejakmu …………agar kami bahagia karenamu
Agar guru kami bangga padamu
By Yayuk.
Perpisahan MTs Negeri Cimanggis, Depok 16 Juni 2010
Dibacakan oleh : Fahriza,Wiwi,Sri
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
” UNTUK GURUKU “
Hari ini tak adalagi
Puisi yang ku tulis untukmu
Hari ini tiada lagi
Kata-kata indah yang ku ungkapkan padamu
Semua terdiam dan termangu
Hanya air mata yang menetetes di pipimmu
Oh guruku, hapuslah air matamu
Kutaksanggup melihat semua itu
Sungguh aku sayang. . . . . . . . . . .
Padamu kuucapkan sejuta terimakasih
Karenamu tinggalkan kenangan
Yang tak terhapuskan
Kaulah pelipur hati disaat lara
Guruku, disaat suka dan duka
Sejuta kenangan indah
Kala canda tawa….
Bersamamu
Aku belajar untuk membaca
Kepadamu aku berlatih tentang asa
Kau lukiskan indahnya mega
Kau tuturkan tulusnya surya
Kini kau berada didepan kami
Kau harus melangkah meninggalkan kami
Untuk teruskan perjalanan . . . . . . .
Ku tak kuasa melihat semua ini
Kutak mampu melihat airmatamu
Yang terus menetes
Hingga luluhkan hatiku
Haruskah kuteteskan airmata ini
Haruskan kupeluk kau dan tak pernah
Kulepas lagi
Hanya kaulah teladanku. . .. . .
Hati yang dulu mampu tersenyum..
Kini hanya terharu dan pilu
Mengapa ini semua
Begitu cepat berlalu
Masa depan yang cerah
Itu harapanku
Mengejar cita, itu perintahmu
Sungguh begitu tulus kasihmu
Begitu besar pengorbananmu
Meski aku sering menentangmu
Walau aku selalu menyangkalmu
Kau tetap berdiri didepan
Untuk mengajariku
Kau tetap bercerita
Tentang indahnya dunia. . . .
Kekayaan yang paling berharga dihatiku
Adalah aku pernah memilikimu
Dan kebahagiaan yang paling inidah dalam hidupku
Adalah saat ku menatap wajahmu
Jangan menangis guruku
Janganlah kau bersedih hati
Dan biarlah kau hanya menjadi
Bayang indah yang harus kukenang
Pergi, kita semua harus pergi
Untuk lepaskan kebersamaan ini
jati dirimu pancarkan cahaya ilmu
yang menuntunku disetiap waktu
yang mengiringi disetiap langkahku
yang menerangi didalam kehidupanku
dan hanya terimakasih yang mampu
ku ucapkan padamu
Biarkanlah kami melangkah pergi
Untuk teruskan perjalanan ini
Semua kisah yang pernah terjadi
Tetap kenanglah didalam Hati.
————————–
Puisi Perpisahan
Oleh, Sri Wahyuono
Siswa MA Ittifaqol Ihwah
Air bagi, 13 April 2010
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
” PUISI PERPISAHAN UNTUK BUNDA EMA “
Hari ini…… tak adalagi
Puisi yang kami tulis untukmu
Hari ini…… tiada lagi
Kata-kata indah yang kami ungkapkan padamu
Semua….. terdiam dan membisu
Hanya air mata yang menetetes di pipiku
Oh…….bunda……
Hati, yang dulu mampu tersenyum..
Kini hanya terharu dan pilu
Mengapa ini semua
Begitu cepat berlalu……
Mengejar cita-cita, itu perintahmu
Sungguh…. begitu tulus kasihmu
Begitu besar…. pengorbananmu
Meski kami, sering menentangmu
Walau kami, selalu menyangkalmu
Kau tetap berdiri didepan
Untuk mengajari kami
Kau tetap bercerita
Tentang indahnya dunia. . . .
Kekayaan yang paling berharga dihati kami
Adalah kami pernah memilikimu,bunda Ema…
Dan kebahagiaan yang paling indah dalam hidup
Adalah saat kami menatap wajahmu
Jangan menangis bunda….
Janganlah kau bersedih hati
Dan biarlah kau hanya menjadi
Bayang indah yang harus kukenang
Sosok teladan yang harus kutiru
Pergi….kini bunda Ema…… harus pergi
Untuk purna tugas…….
Jati dirimu pancarkan cahaya ilmu
Yang menuntun kami disetiap waktu
Yang mengiringi disetiap langkah kami
Yang menerangi didalam kehidupan kami
Dan hanya terimakasih yang mampu
kami ucapkan padamu

Kumpulan Puisi Chairil Anwar

Kumpulan Puisi Chairil Anwar. - Kumpulan Contoh Puisi Lengkap
 Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi


TAK SEPADAN
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka

Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka

Februari 1943


Senja di Pelabuhan Kecil
Buat Sri Ayati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.


Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.


Kawanku dan Aku
Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat

Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti


Kepada Kawan
 

Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,

belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,
layar merah berkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!

Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!


Doa
kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling


Kepada Peminta-minta
Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku

Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari muka
Sambil berjalan kau usap juga

Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah

Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku

Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku


Cerita Buat Dien Tamaela
Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut

Beta Pattirajawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan

Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama

Dalam sunyi malam ganggang menari
Menurut beta punya tifa,
Pohon pala, badan perawan jadi
Hidup sampai pagi tiba.

Mari menari!
mari beria!
mari berlupa!

Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati, gadis kaku
Beta kirim datu-datu!

Beta ada di malam, ada di siang
Irama ganggang dan api membakar pulau...

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu


Sebuah Kamar
Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu.
“Sudah lima anak bernyawa di sini,
Aku salah satu!”

Ibuku tertidur dalam tersedu,
Keramaian penjara sepi selalu,
Bapakku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu!

Sekeliling dunia bunuh diri!
Aku minta adik lagi pada
Ibu dan bapakku, karena mereka berada
d luar hitungan: Kamar begini
3 x 4, terlalu sempit buat meniup nyawa!


Hampa
Kepada Sri

Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai di puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencengkung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam

Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam

Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu! 

YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS 
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,

Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;

Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.

RUMAHKU
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak

Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu

27 april 1943 


PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…
1944